Mas Sugeng's Blog

Hasil dari sebuah keisenganku

HIDUP DI DALAM PIKIRAN

Dunia rasanya sempit sekali karena terlalu banyak hidup di dalam pikiran sendiri. untuk melakukan satu langkah di dunia ini ternyata aku harus lari kesana kemari di dalam pikiranku, akhirya jadi capek sendiri. padahal aku sering memotifasi diriku sendiri dengan semboyan “hidup adalah kenyataan, jalani aja pasti Alloh SWT yang akan menolang.”  tetapi tekadang semboyan itu kalah dengan kekuatan pikiranku, dia selalu mengajaku untuk selalu masuk dan  membahas masalah-masalah yang akan di hadapi nanti. terkadang aku malah menyukai hal itu, menganalisis kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu seperti itu kenyataanya itu sebabnya aku jadi lemot kurang sigap.

tau nggak apa yang sedang aku pikirkan sekarang? aku itu sedang berpikir bagaimana caranya mengubah cara berpikir yang seperti itu, berpikir cepat tapi matang. tapi lagi-lagi aku harus berlari kesana kemari di pikiranku sendiri dan belum tau kapan ketemu jawabannya.

mungkin suatu saat nanti ada seseorang yang bisa menggantikan peran pikiranku ini. orang yang bisa diajak berdiskusi seperti aku berdiskusi dengan pikiranku. seseorang yang akan menjadi pendamping hidupku menghadapi masalah-masalah duniawi dan yang paling utama bersama-sama mempersiapkan kehidupan ukhrowi nanti.

16 Oktober 2009 - Posted by | Belajar Menulis | ,

19 Komentar »

  1. lam knal. artikel yg lo tulis dalem juga. lg menanti seseorang ya?

    Komentar oleh savana | 19 Oktober 2009 | Balas

    • thanks yah? jadi terharu ihikhikhik, snang rasanya bisa berkenalan dengan antum, lg nunggu seseorang iya lah pastinya seseorang yang bisa diajak berembug, curhat, dsb. di jalan Alloh SWT tentunya.

      Komentar oleh sugeng prayitno | 20 Oktober 2009 | Balas

  2. ciu..ciu..masih bujang euy? yg lo cari tmn curhat ato calon istri?

    Komentar oleh savana | 22 Oktober 2009 | Balas

    • iya masih bujang. dua-duanya lah, calon istri sekalian tempat curhat.

      Komentar oleh sugeng prayitno | 23 Oktober 2009 | Balas

  3. Ya mudah2an ktmu jodohnya. Dah ada calon enk? jaman skrg rada susah nyari yg klik sm hati.

    Komentar oleh savana | 23 Oktober 2009 | Balas

    • amiin. jazakallohu ahsanuljaza atas doanya. mudah-mudahan Alloh SWT segera mempertemukanku dengan bidadariku. bagian dari tulang rusukku. sukses juga buat Savana.

      Komentar oleh sugeng prayitno | 23 Oktober 2009 | Balas

  4. Wah wah… emang ada ya bidadari di dunia? yg aq tau cm di surga doank.

    Komentar oleh savana | 24 Oktober 2009 | Balas

    • itu kan cuman idiom (istilah) aja. klo al hurin (bidadari) emang adanya filjannah (surga). yang keindahanya tidak pernah terlintas di pikiran. pokoknya indah banget lah. butuh perjuangan untuk bisa sampai ke sana. Q.S.Al-Fajr28-30 (28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. 29. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, 30. masuklah ke dalam syurga-Ku.)

      Komentar oleh sugeng prayitno | 24 Oktober 2009 | Balas

  5. Asyik jg ya ngobrol soal beginian. ehm, aq jd dpt ilmu lwt ayat2 itu. Manusia emang ga prnah puas, dikasih ini msh kurang itu. Seneng kali ya bisa ndapetin istri yg cantik akhlaq n jasadnya. Apalagi klo pinter, kan bisa diajak sharing. Klo cuenk gmn?

    Komentar oleh savana | 24 Oktober 2009 | Balas

  6. bner banget savana. itulah sifat dasar manusia yang tidak akan pernah puas dan bersyukur. padahal sudah jelas dlm Alquran surat Ibrahim ayat 7 Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”… wanita itu dinikahi krn 4 hal, cantiknya, hartanya, keturunannya dan agamanya, maaf klo salah saya juga cuman pernah denger seperti itu. tau nggak sih klo saya tuh orangnya nggak pd-an. terutama klo tampil di depan publik. kata guruku “iman kamu perlu di pertanyakan enk?” savana ada masukan buat saya??

    Komentar oleh sugeng prayitno | 24 Oktober 2009 | Balas

  7. rasa PD pd dasarnya adlh sbuah keahlian yg bs dipelajari. Ia bkn bawaan lahir, melainkan hasil dr proses belajar trus mnerus. Dan 1 hal yg plg penting, ini kuncinya : keinginan puncak se2org akn memperkuat rasa PD. Yah contoh konkritnya nich, seandainya cuenk mau nglamar anak org he..he..klo ga PD ngomong ke ortunya ya..kpn dapetnya? malu itu beda lho sama minder. malu sbagian jg dr iman.

    Komentar oleh savana | 25 Oktober 2009 | Balas

    • thanks yah. jadi tambah sedikit nih pd-nya hehehe. saya juga selalu belajar untuk menjadi pd. iya bener malu sebagian dari iman. minder beda dengan malu. masukannya bagus bgt.

      Komentar oleh sugeng prayitno | 25 Oktober 2009 | Balas

  8. enk, percaya ga sama cinta sejati? jgn2 kamu blm prnah jatuh cinta he..he

    Komentar oleh savana | 5 November 2009 | Balas

    • percaya, salah satunya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya. saya pernah jatuh cinta pada akhwat jaman jahiliyah dulu. tapi saya menyesal cos itu bukan akhlak muslim yang baik. muslim yang baik jatuh cinta pada akhwat ketika sudah menikah nanti dan jatuh cinta pada akhwat karena Alloh swt. itu hanya argumen saya. klo ente gimana?

      Komentar oleh sugeng prayitno | 5 November 2009 | Balas

  9. kasih ibu kan sepanjang masa, jd lbh tepatnya cinta sepanjang masa kali ya. klo cinta sejati kan cuma mahabatullah, krn itu yg paling hakiki. cinta hamba pd Penciptanya insya Allah lbh kekal. tapi biasanya true love or cinta sejati versi manusia skarang ya mungkin cinta yg hanya memberi tapi tak harus memiliki. jd ibaratnya mencintai tak harus memiliki. berat jg tuh, sakit hati yg ada. btw cuenk rela ga klo trnyata ‘someone’ yg kau cintai dimiliki orang lain?

    Komentar oleh savana | 6 November 2009 | Balas

  10. cinta seorang ibu pada anaknya. dia begitu tulus, dia yang melahirkan, membesarkan tanpa mengharap apa-apa dari kita. i luv my mom.
    klo cinta-cintaan sebelum nikah,, itu bukan cinta yang sejati.
    klo someone itu bukan istriku ngapain juga marah. Insyaalloh rela. mungkin dia bukan jodohku. tp satu hal yang perlu digaris bawahi apapun yang diberikan Alloh swt kepada saya itu adalah yang terbaik buat saya. dan juga harus ada ikhtiar jangan berpikir tanpa ikhtiar nanti juga datang sendiri. ikhtiar harus sesuai dengan kaidah-kaidah islam (Syar’i) sesuai Alquran dan Assunah. itu pendapat saya bisa aja salah. klo gimana menanggapi masalah cinta-cintaan sebelum nikah?

    Komentar oleh sugeng prayitno | 6 November 2009 | Balas

  11. cinta2 an sblum nikah alias pacaran kan emang ga boleh. haram katanya hi..hi

    Komentar oleh savana | 7 November 2009 | Balas

    • sip. klo bisa sih jangan

      Komentar oleh sugeng prayitno | 8 November 2009 | Balas

  12. Hmmm, tulisan yang menarik. Terima kasih telah berbagi, karena jujur saja saya merasa jarang ada yang menuliskannya dalam perspektif seperti ini. Kesuksesan memang harus dimulai dari dalam, serta dilakukan dengan penuh komitmen.

    Saya pikir kita memang perlu saling mengingatkan satu sama lain tentang teori dan proses pengembangan diri. Dan sebagai referensi silang, Anda juga pasti bisa menemukan cerminan lainnya dalam tulisan saya yang berjudul Racun Pengembangan Diri. Sekedar untuk semakin menambah wawasan saja, semoga bisa membantu.

    Salam kenal, sobat, senang bertemu dengan sahabat baru yang juga memiliki semangat untuk menginspirasi orang lain.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    Komentar oleh Lex dePraxis | 4 Desember 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: