Mas Sugeng's Blog

Hasil dari sebuah keisenganku

Jalan-jalan ke keraton Sambas

keraton sambas 1

keraton sambas 2

keraton sambas 3

masjid keraton sambas

Jangan taunya keraton itu cuman ada diYogyakarta aja, di Sambas juga ada keraton loh. Kabupaten Sambas terletak di sebelah utara kota Singkawang dan berbatasan langsung dengan Malaysia. Terletak di tepi sungai Kapuas, keraton Sambas jadi terlihat makin menarik. Banyak perahu-perahu yang berlalu lalang di sana, mungkin sebelum ada kendaraan seperti sekarang perahu-perahunya lebih banyak kali yah. Jika kita datang dari Singkawang perjalanannya akan ditempuh kira-kira 3 jam. Di sepanjang jalan akan kita jumpai sawah-sawah yang hijau dan juga ribuan pohon jeruk, siapa sih yang nggak kenal jeruk sambas? Sedikit informasi klo mau beli jeruk murah dan manis-manis pergilah ke sambas. Ketika musim panen bisa 3 kg hanya dihargai Rp.5000.- bahkan kata temen aku klo metik sendiri dipohonya gratis. Di antara Singkawang dan Sambas kita kan melewati kota pelabuhan Pemangkat. Pelabuhannya lumayan besar dan juga harga-harga di sana relatif lebih murah, terutama barang elektronik katanya sih langsung datangnya langsung dari Batam.

Kerajaan Sambas merupakan salah satu kerajaan islam yang ada di Indonesia. Usianya mungkin sudah ratusan tahun, kita bisa lihat dari model bangunan gedungnya yang jarang kita jumpai di jaman ini. Sebagian besar bangunannya menggunakan kayu ulin yang terkenal sebagai kayu yang paling kuat, tahan lama karena tidak lapuk oleh air. Keraton dikelilingi pagar tinggi. Di luar pagar terdapat bengunan masjid dan meriam yang langung menghadap sungai Kapuas. Mungkin meriamnya sengaja diarahkan ke sungai ketika berperang melawan penjajah, perompak, mungkin juga kepentingan lain yang jelas bukan untuk hiasan saja.

Saya dan temen-temen sempat sholat dzuhur di masjid keraton, rasanya sejuk banget walaupun tidak terdapat AC di dalamnya mungkin karena sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu dan dipanggung, jarang-jarang loh masjid yang dipanggung kebanyakan masjid sekarang kan dikramik malah ada yang pakai marmer. Didepan masjid berdiri pohon palm yang menjulang tinggi mungkin karena usianya yang sudang sangat tua.

Keraton dikelilingi oleh pagar yang tinggi dan pintu gerbangnya dikunci jadi saya tidak bisa masuk ke dalam. Tidak tau siapa Raja yang sekarang, tetapi dari informasi yang saya peoleh dari warga sana Rajanya sangat dihormati oleh warganya di sana.

Pengen nggak jalan-jalan ke sana?

27 Oktober 2009 - Posted by | Wisata dan Petualangan | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: