Mas Sugeng's Blog

Hasil dari sebuah keisenganku

Kebahagiaan Hati

Bukan berarti orang yang kekurangan materi tidak bisa bahagia, atau sebaliknya orang yang serba kecukupan akan selalu bahagia. Seseorang yang secara materi biasa-biasa aja tapi selalu bahagia biasanya karena dia bisa mensyukuri apa yang telah diberikan Robbnya. Bahkan mungkin dia bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, Subahanalloh. Kebahagiaan akan muncul ketika kita menyadari semua hanya titipan, kita dilahirkan tidak membawa apa-apa, dan ketika mati tidak juga membawa apa-apa. Kebahagiaan juga bisa timbul ketika dia telah selesai mengerjakan kewajiban Robbnya dengan baik, khusuk, tepat waktu dan ikhlas. Rasanya ketika pulang dari sholat wajib berjamaah dia merasa bahagia, ketika bisa sholat kiamulail, ketika selesai membaca alquran hatinya menjadi tenang, ketika dia habis menolong orang dan masih buanyak lagi.

Atau ada seseorang yang bergelimang harta, mobil dimana-mana, rumah besar dan megah tetapi dia jauh dari Robbnya mungkinkah dia bisa bahagia? Kemungkinan besar dia tidak akan merasa bahagia, dia akan merasa hampa, tidak ada yang diharap-harap di kehidupan kelak. Dia hanya akan merasa kehausan yang tak pernah terhapuskan. Kita lihat aja kisah Korun siapa yang nggak tau kisahnya,lihat akhir kisah hidupnya bagaimana dia dan seluruh hartanya terkubur dalam bumi. atau kisah Fir’aun dengan kekuasaanya, dia bisa berbuat sesuka hatinya. apakah mereka bahagia? tidak dia tidak pernah merasa bahagia.  tidak ada yang bisa diharapkan dari kehidupan berikutnya kecuali hanya akan mendapat adzab yang pedih.

6 Desember 2009 - Posted by | Belajar Menulis

12 Komentar »

  1. Alhamdulillah saya merasa bersyukur membaca tulisan ini. Terimakasih

    Komentar oleh vina | 7 Desember 2009 | Balas

  2. Sama-sama kawan, saya cuman mikir knapa kita harus susah, sedih, padahal sesuatu yang susah, sedih bisa di bikin senang juga kan? tergantung cara kita menikmatinya. masa setiap hari sepanjang umur kita harus bersusah dan bersedih.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 7 Desember 2009 | Balas

  3. Lama tak comment he..he..pa kbr sobat?sudahkah kau mndapatkn kbahagiaan sejati? Prnahkah kau memimpikan sesuatu n meraihnya dlm genggaman? Bagaimana dng bidadari hatimu?

    Komentar oleh Savana | 6 Januari 2010 | Balas

  4. Alhamdulillah sehat. kamu gimana? InsyaAlloh skrg saya sedang merasa bahagia. tapi namanya juga manusia terkadang juga akan merasa sedih. bahkan Rosululloh sholallohu’alaihi wa’alihi wasalam juga pernah merasa bersedih ketika di tinggal khatijah dan abu muthalib pamannya. keinginan dekat2 ini menikah menyempurnakan separuh agama. bidadariku wallohu a’lam biarlah Alloh ta’ala yang kan memberitahu jawabannya nanti. makasih yah sudah berkunjung kembali, jangan bosan-bosan mampir ke sini.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 8 Januari 2010 | Balas

  5. sama, alhamdulillah baik. wah, barakallah ya mo nikah. ntar kenalin calonnya jg.

    Komentar oleh savana | 9 Januari 2010 | Balas

  6. amiin. Belum nanti pasti saya kasih tau.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 9 Januari 2010 | Balas

  7. Okelah kalau begitu. Mantapkan hati. Dah persiapan apa aja?mudah2an barokah.

    Komentar oleh savana | 10 Januari 2010 | Balas

  8. barokalloh
    persiapanya masih kurang, ya cuman modal nekat aja. kebanyakan orang klo di tanya persiapan nikah pasti jawabannya hampir sama blum siap, ntah knapa aku juga nggak tahu.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 11 Januari 2010 | Balas

  9. Itu namanya syndrom pre wedding. Rasa khawatir kesiapan menjelang prnikahan memang kerap muncul (itu menurut artikel yg aq baca). Lebih cepat lebih baik, sebelum disambar orang lain he..he..he.

    Komentar oleh savana | 11 Januari 2010 | Balas

  10. hehehe betul-betul. lebih cepat lebih baik menurut saya juga gitu. tapi kan menikah itu tidak bisa hanya mengikuti ego sendiri. disana ada pihak akhwatnya kira2 udah siap apa belum, orang tua akhwatnya udah siap apa belum, orang tua kita. pihak2 yang tadi perlu persiapan terlebih dahulu. jadi nanti disana butuh musyawarah kapan saat yang pas. gitu.
    klo masalah disambar orang ya nggak apa2 khusnudzon aja berarti bukan jodoh.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 11 Januari 2010 | Balas

  11. Pemikiran yg cukup dewasa…like this lah. Jd bisa sharing soal beginian. Mudah2an sugeng dipermudah urusan nikahnya. Kata tmnku hal yg plg penting dlm brumah tangga cuma 2, setia n saling pngertian.

    Komentar oleh savana | 11 Januari 2010 | Balas

  12. matur suwun bude. bner banget apa yang di katakan tmn savana.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 11 Januari 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: