Mas Sugeng's Blog

Hasil dari sebuah keisenganku

Manusia Tidak Berhak Untuk Sombong

Pada dasarnya manusia itu memiliki derajat yang sama, tidak berbeda satu dengan yang lainnya. Tetapi entah kenapa terkadang ada manusia merasa lebih baik dari manusia yang lain, bahkan ada manusia yang biasa merendahkan orang lain. Na’udzubillah mindzalika. Jika dilihat lagi seseorang biasa merendahkan orang lain dengan sengaja ataupun dia tidak sadar telah telah merendahkan orang lain. Dengan sengaja adalah dia nyata-nyata dengan sadar dan niat menghina seseorang atau menghina hasil karya seseorang kalau yang ini sakitnya luar biasa bagi si korbannya, apalagi kalau korban tidak mempunyai sikap sabar. Untuk penghinaan yang dilakukan dengan tidak sengaja biasanya si penghina tidak menyadari bahwa dia telah merendahkan orang lain. Yang ini mungkin si korban bisa memaklumi dan sakitnya biasa saja. Terkadang ketika bercanda seseorang suka merendahkan orang lain biar kedengarannya lebih lucu, lebih parahnya kalau sudah sampai kepada penghinaan fisik itu mungkin bukan sebuah candaan lagi kali yah? Kita harus selalu hati-hati dalam bercanda dan juga ketika kita serius jangan sampai kita menyakiti orang lain. Pepatah bilang tajamnya lidah lebih tajam dari pada tajamnya pedang. Makanya hati-hati menggunakan lidah jangan sampai menyakiti orang lain.

Jum’ahan 15 Januari 2010 pak khotib menjelaskan masalah Sombong. Beliau membacakan Alqur’an surah Ath Thorik ayat 5 sampai dengan ayat 7 yang artinya sebagai berikut: 5. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? 6. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, 7. yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Kemudian Pak khotib juga membacakan sebuah hadis sebagai berikut: “Tidak akan masuk sorga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong, walaupun hanya seberat biji sawi” (Riwayat Muslim). penjelasan pak khotib panjang dan lebar jadi saya tidak ingat, juga biasanya kalau jumatan rasa ngantuk itu seperti orang yang tidak tidur dua hari dua malam. tapi kmaren saya nggak tidur loh.. masih bisa ditahan.

maaf jika ada kesalahan.

ref: khotbah jum’ah

16 Januari 2010 - Posted by | Belajar Islam |

2 Komentar »

  1. terkadang manusia tidak sadar bahwa di dalamnya dirinya tersirat sikap sombong. (itu mgkn ada pada diri saya sendiri)

    Komentar oleh oyong | 23 April 2010 | Balas

  2. Terima Kasih komentarnya. Setuju banget dalam diri saya pun saya yakin ada sifat sombong. Bisa dengan sadar atau tidak dengan tidak sadar kita pasti pernah menyombongkan diri. yang penting selalu minta ampunan-nya.

    Komentar oleh sugeng prayitno | 23 April 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: